Kamis, 08 Desember 2011

Makalah Penanaman Mentimun yang Gagal Panen






Disusun Oleh:
XII IPA 2
§  Nurhasanah
§  M. Nur Febri Rizki
§  Rahma Aulia
§  Miftahul Akhiyar
§  Rizki Feriyanto



SMA NEGERI 2 MUARO JAMBI
TAHUN PELAJARAN 2011/2012


A.    Cara Penanaman Timun

I. Pengolahan Tanah
 Tanah diolah sampai gembur, misal dengan cangkul atau di bajak sedalam kurang lebih 20 cm
Ø
 Di buat bedengan dengan ukuran 80 X 300 cm
Ø
 Jarak antara bedengan 20 cm
Ø
 Di buat parit dengan kedalam 3 cm
Ø
 Penanaman
v
 Penanaman dengan cara di tugal
Ø
 Dalamnya lubang tugalan 5-7 cm dan jarak antara lubang (jarak tanam) 40x40 cm
Ø
Ø Setiap lubang tugalan diisi dengan 2-3 biji, lalu di tutup dengan tanah (tapi jangan di padatkan) atau di tutup dengan abu sekam
 Penanaman di laksanakan pada akhir
Ø musim hujan

II. Penggunaan Bibit Unggul
Syarat benih yang baik di tanam;
 Bernas (berwarna mengkilap)
Ø
 Bebas dari serangan hama dan penyakit
Ø
 Tidak keriput dan basah
Ø
 Bersih ( tidak tercampur dengan biji rerumputan atau kotoran lain)
Ø
 Daya tumbuhnya lebih dari 90%
Ø
 Kecepatan tumbuhnya baik
Ø
 Kadar air 13-14%
Ø


III. Pemupukan
 Pupuk yang di gunakan berupa pupuk alam (kandang atau kompos), jika ada bisa pula dengan pupuk buatan (UREA, TSP dan KCL)
Ø
 Pupuk alam di berikan secara merata pada waktu pengolahan tanah
Ø
Ø Pupuk Urea sebanyak 75 Kg/ha, dimana 25 – 35 Kg diberikan pada saat tanam dan sisanya di berikan setelah penyiangan kesatu (15-20 hari)
 Upuk TSP sebanyak 40 Kg/ha di berikan pada waktu tanam yang di sebar ara merata
Ø
 Pupuk KCL 20 kg/ha diberikan pada saat tanam
Ø

IV. Pengairan atau irigasi
 Jika keadaan tanahnya kurang lembab, tanah perlu diairi, pengairannya sekedar membasahi tanah
Ø
Ø Cara mengairinya bisa dengan cara di leb (mengari petakan sebentar) atau memasukan air ke dalam saluran / parit sampai tanah cukup lembab
 Saat pemberian air di lakukan dengan sewaktu:
Ø
 Berkecambah umur (0-4 hari)
Ø
 Awal pertumbuhan Vegetatif (pertumbuhan batang dan daun) kurang lebih umur 15-20 hari
Ø
 Diairi 3 hari sekali
Ø

V. Pemberantasan gulma, hama dan penyakit
 Gulma
v
Pemberantasan gulma di semprot dengan pertisida Roundup (untuk memberantas biji rumput / rumput) di lakukan pada saat tanam dan saat berbunga
 Hama
v
1. Lalat Bilit
 Pergiliran tanam dengan tanaman bukan mentimun
Ø
 Menutup lubang tanaman dengan mulsa atau tanah
Ø
Ø Biji mentimun di campur dengan insektisida (jika ada) misal dengan Furodan 36 atau Curatte 36 sebanyak 200 gram untuk setiap 1 Kg benih
 Caranya; biji mentimun langsung di campur dan di aduk rata dengan insektisida
Ø
 Menyemprotkan insektisida pada saat tanaman berumur 7-8 hari setelah tanam, misal dengan Baycarb
Ø
2. Kepik Hijau
 Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan mentimun
Ø
 Memusnahkan telur atau kepongpongnya
Ø
Ø Disemprot dengan insektisida misalnya dengan Dursban 20 EC, Surecida 20 EC, Thiodan 35 EC, atau dengan Azodrin 15 WCS yang di lakukan pada saat tanaman berumur 20 hari setelah tanam
 Penyakit
v
1. Karat daun
 Gejala
v
 Pada daun pertama terdapat bintik –bintik kecil, bintik – bintik akan menyatu menjadi bercak – bercak
Ø
 Bercak akan berkembang / menular ke bagian daun atasnya sesuai bertambahnya umur tanaman
Ø
 Bercak terutama banyak terdapat di bagian bawah daun dan warna bercak coklat (sperti karat
Ø
 Pengendalian
v
 Tanaman yang terserang penyakit di cabut, kemudian di bakar
Ø
Ø Menyemprotkan Fungisida Dithane M-45 yang di lakukan mulai umur 20 hari dengan selang waktu 7 hari sampai tanaman berumur 30 hari di sertai pergiliran tanaman

B.      Tabel Penanaman Timun
No
Waktu
Tinggi Rata-rata (cm)
Jumlah Daun Tiap Timun
Diameter Daun (cm)
Keterangan
1
Minggu ke-1
1 cm
2 Helai Daun
0,6 - 1,8
Tumbuh 34 Timun
2
Minggu ke-2
5 cm
2 sampai 4 helai daun
4,5
Tanaman Mati 14
3
Minggu ke-3
10 cm
4 sampai 8 helai daun
7,0
9 Tanaman mati
4
Minggu ke-4



Tanaman Seluruhnya Mati




C.    Gagal Panen
Gagal panen di sebabkan oleh bebagai Janis hama dan penyakit pada mentimun yaitu sbb:
Hama Pada Tanaman Mentimun.
a. Oteng-oteng atau Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver).
Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA.
b. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.
c. Lalat buah (Dacus cucurbitae Coq.)
Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur, Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk. Pengendalian : Natural METILAT.
d. Kutu daun (Aphis gossypii Clover)
Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam. Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga penyebar virus. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA
2. Penyakit Pada Tanaman Mentimun.
a. Busuk daun (Downy mildew)
Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelembaban udara tinggi, temperatur 16 – 22°C dan berembun atau berkabut. Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
b. Penyakit tepung (Powdery mildew )
Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi. Gejala : permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
c. Antraknose
Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
d. Bercak daun bersudut
Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan. Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
e. Virus
Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov. Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil. Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Natural BVR atau PESTONA, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.
f. Kudis (Scab)
Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
g. Busuk buah
Penyebab : cendawan (1) Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt.; (2) Phytopthora sp., Fusarium sp.; (3) Rhizophus sp., (4) Erwinia carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan. Gejala : (1) Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah; (2) Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut; (3) Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; (4) Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk. Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 – 7 derajat C. Dan pemberian Natural GLIO sebelum tanam.





(nurhasanah7.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar