Rabu, 09 Januari 2013

Takdir Cinta


Sebuah lagu yang amat kita sukai jika selalu didengar akan membuat bosan mendengarkannya. Tetapi cinta ketika kau selalu bertemu dia, menelpon dia, sms dia sampai jari-jari mu kebal terhadap benda taja, selalu berada didekatnya dan mengingatnya setiap kau terjaga serta memimpikannya ketika tidurmu yang lelap itu kau tak kan bosan. Tak ada alasan untuk mengatakan aku bosan jika kau benar-benar mencintainya. Ketika seseorang mengatakan pada pasangannya “aku ingin hubungan kita berakhir, aku jenuh padamu” berarti ketika dia mengatakan cinta bukan karena dia tulus mencintaimu. Tetapi dia mencintai salah satu kelebihanmu. Entah itu paras wajahmu yang rupawan, atau kantongmu yang tebal, kendaraanmu yang mewah, kamu yang pintar atau kamu yang memiliki hobi yang sama dengan dia, itu tidak akan bertahan lama. Karena kecantikan atau ketampanan akan memudar pada saatnya, kekayaan akan hilang pada waktunya, kemewahan akan berganti, kepintaran tak selamanya dapat diandalkan, hobi tak kan selamanya bertahan. Jika suatu saat unsur itu memudar dan hilang saat itu pula cinta pergi menjauh.
Agar kamu tidak terjbak dalam keadaan “Complicated” bersama dengan orang yang tidak lagi kau cintai seperti dulu saat kau masih awal-awal masa perkenalan, cobalah mencintai seseorang dari kelemahannya. Sebagai manusia sejatinya semua orang memiliki kekurangan. Cobalah mencintai kekurangannya. Dan ketika suatu saat kekurangan tersebut tampak di matamu kau akan siap menerimanya. Dan jika dia menampakan suatu kelebihan yang tidak kau sadari sebelumnya kau akan lebih siap menerimanya. Misalnya saja seseorang yang kamu pilih karena gayanya yang sederhana, mukanya tak pernah tersenyum, tidak suka berbicara dengan siapapun. Kau siap menerima betapa pas pas penampilannya, betapa lusuh wajahnya tanpa senyuman, betapa dia tidak ramah. Ketika dia menerima cintamu selah beberapa tahun dia berubah. Dia sangat menjaga penampilan karena kau telah mencintai dia kau menyadari dia sebenarnya sangat cantik setelah dia mau menata penampilannya. Dia ternyata memiliki senyuman yang teramat manis dan dia juga sangat ramah. Dan kau lah orang pertama melihat itu semua diantara teman-temanmu.
Cobalah memiliki hubungan yang unik dan berbeda dari cara orang-orang berpasangan pada umumnya. Hanya bertemu jika berada di sekolah, hanya menelpon ketika dia ulang tahun dan pergi bersama beberapa kali saja. Karena untuk anak manusia seusia kita tentu belum tau pada siapa kita akan berlabuh selamanya. Sehingga jika suatu saat memang bukan dia pilihan Tuhan, kita sudah siap menerimanya. Jika ketulusan benar-benar nyata, walaupun harus berpisah ucapkanlah kata kata ini “Selamat tinggal kau yang pernah mengisi lembaran hidupku, jika suatu saat kita bertemu lagi di lain waktu saat itu kau dan aku masih sama-sama sendiri aku yakin kau akan bersamaku selamanya”.
Percayalah jika dia memang ditakdirkan untuk hidup bersamamu kau akan menemukannya lagi. Kau tak kan pernah tau seberapa indah cara Tuhan memtemukan kamu dengan pasangan abadi mu. Kau tak kan bisa memikirkannya dengan akal sehatmu. Ketika kau telah lulus sarjana seteelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halaman diamana ketika kau disana duduk dibangku SMA cintamu pada seseorang yang kau tinggalkan. Kau tak tau apakah dia masih disana, ataukah juga merantau sepertimu, ataukah dia telah menikah kau tak tau. Menjelang kau pergi meninggalkan tempat tinggal mu selama kau kuliah. Kau memutuskan untuk pergi ke pinggiran pantai tidak jauh dari kampus mu. Kau melihat betapa luasnya air laut dan betapa kau tak bisa menghitung buihnya di sana. Kau menemukan seorang wanita yang tengah berdiri tepat di depan desiran air laut menghepaskan ketepian pantai. Kau mengenali wajah itu. Itu adalah wajah yang hanya tersenyum kepadamu. Dialah wanita yang dulu kau janjikan untuk hidup bersama jika kau bertemu lagi dengannya. Kau menyapanya dan dia tersenyum seakan menjawab semua pertanyaan mu selama ini. Kau hidup bersamanya selamanya.
Kau merasakan kebahagiaan sama seperti kebahagian pasangan lainnya. Kau menjalani hidup mu bersama sampai kau menua. Ketika saat itu kau melihat kekurangannya lagi dia tak semanis ketika dia berpuluh tahun yang lalu. T etapi kau tetap mencintainya karena dulu kau mencintainya dari kekurangannya. Kau bahkan lebih mencintainya karena waktu yang panjang yang telah kau lalui bersamanya. Kau mencintainya karena dia adalah ciptaan yang maha kuasa yang dititipkan hati dan cintanya untukmu. Bahkan ketika suatu saat puncak dari kelemahannya tampak, dia tak bisa lagi menemanimu karena dia harus kembali pada sang pencipta. Kau akan tetap mencintainya walaupun dia tak lagi hadir di sampingmu. Karena kau yakin cintanya abadi untukmu walaupun dia sudah tak mampu lagi menemani hari-hari bersamamu. Kau yakin kau akan bersama dengannya kelak di keabadian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar